Kanker Darah Pada Anak

Kanker Darah pada anak

Kanker Darah Pada Anak– Kanker pada anak memang berbeda dari kanker yang dijumpai pada orang dewasa. Kanker pada orang dewasa dapat dicegah, sementara pada anak tidak.

Kanker Darah pada anak- Perlu diketahui bahwa pola hidup dan makan yang sehat tetap harus diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Bukan semata bertujuan mencegah kanker yang dapat timbul pada usia kanak-kanak, namun untuk mencegah agar pada saat mereka menginjak usia dewasa, dapat terhindar dari berbagai jenis kanker yang biasanya menyerang orang dewasa.

kanker darah pada anak

kanker darah pada anak

Gejala Leukimia/kanker darah Pada Anak

Kanker darah atau Leukemia bisa menyerang siapa saja, tanpa pandang usia. Leukemia merupakan jenis kanker yang paling banyak dijumpai pada anak-anak.

‘Tempat Kejadian Perkara’ dari leukemia itu ada di sumsum tulang. Lalu, anda tentu bertanya pula, sumsum tulang itu dimana?

Bayangkan saja saat menyantap paha ayam. Setelah dagingnya habis, tulangnya dipatahkan, dan bagian tengah dari tulang kita hisap.

Bagian yang dihisap itulah yang dinamakan sum sum tulang.

Kanker Darah Pada Anak– Sumsum tulang merupakan pabrik dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (Ieukosit), dan keping darah (trombosit). Sebagai gambaran sederhana, sumsum tulang ini bisa diidentikkan dengan suatu kawasan pabrik misalnya

Kanker Darah Pada Anak- Permasalahan mulai timbul saat “karyawan” di pabrik leukosit berdemonstrasi secara anarkhis. Mereka melarang pabrik berproduksi. Akibatnya kadar leukosit dalam darah menjadi rendah. Kanker Darah Pada Anak– Tidak puas berdemonstrasi di pabrik sendiri, mereka ke pabrik eritrosit dan trombosit. Sama juga, tetap melarang agar kedua pabrik tidak berproduksi. Akibatnya, kadar eritrosit dan trombosit di dalam darah juga menjadi rendah.

Kanker darah pada anak- Masih belum puas berdemonstrasi di kawasan pabrik, para “karyawan” tersebut keluar merambah wilayah lain dan menyebar kemana-mana, termasuk ke otak, gusi, kulit, tulang, hati, limpa, dan testis.

Kanker Darah Pada Anak- Bila kadar eritrosit dalam darah rendah, maka anak akan terlihat pucat. Selain itu, anak sering mengalami demam tanpa diketahui penyebabnya akibat kadar leukosit di dalam darah yang rendah dan juga perdarahan, seperti perdarahan kulit, gusi, atau mimisan akibat kadar trombosit di dalam darah yang rendah.

Kanker darah pada anak- Bila anak memiliki ketiga gejala ini atau paling tidak ada dua diantaranya, seorang anak bisa dicurigai terkena leukemia. Selain gejala-gejala di atas, dapat juga dijumpai gejala lainnya sebagai akibat dari penyebaran sel kanker ke organ-organ lain dalam tubuh.

Gejala-gejala Kanker Darah Pada Anak lainnya tersebut antara lain, kejang, pembengkakan gusi, nyeri tulang, perut terlihat membesar, dan testis tampak membesar dan keras.

Kanker darah pada anak- Bila orangtua melihat hal-hat tersebut di atas, segera bawa anak ini ke dokter untuk mengkonfirmasi apakah benar gejala-gejala yang dialami itu dapat dikategorikan sebagai tanda-tanda terserang leukemia. Andaikata bukan, tentu saja kita bersyukur. Namun, bila ternyata benar bahwa gejala yang ditemukan memang mengarah kepada leukemia, tetap saja harus mensyukurinya. Sebab itu berarti leukemia pad a anak ini ditemukan pada kondisi yang masih dini.

Kanker darah pada anak- Semakin dini dan cepat seorang anak yang terkena kanker ditangani, semakin besar kemungkinan sembuh pada anak tersebut. Jadi, adalah penting bagi orangtua untuk mewaspadai gejala penyakit kanker pad a anak sejak dini, khususnya Leukemia.

Kanker Darah Pada Anak- Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa kanker bisa terjadi pada anak? Apa penyebab, gejala dan ciri-ciri kanker pada anak?

Menurut dr. Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A(K) MHA IBCLC, pada acara ‘Care For Our Children’, kanker pada anak tidak bisa dicegah. Kanker yang menyerang bayi sejak dilahirkan, misalnya, diduga disebabkan penyimpangan pertumbuhan sel karena cacat secara genetik.

Kanker Darah Pada Anak- Dan, kanker yang paling banyak menyerang anak-anak adalah kanker darah (leukemia), yakni sekitar 25 – 30% dari seluruh penderita kanker anak. Disusul oleh kanker retina mata, kelenjar getah bening, saraf, ginjal, otot, serta tulang.

Dr. Edi menambahkan, hingga kini masih sulit melakukan deteksi awal kanker pada anak. Kebanyakan baru bisa dideteksi setelah terjadi benjolan atau tumor. Nah, Anda boleh mulai waspada saat menemukan benjolan pada daerah berikut dan lengkap dengan ciri-ciri:

o   Mata: Terlihat seperti mata kucing, mata merah, atau juling.

o   Leher: Benjolan bertambah besar dalam waktu singkat. Anak tidak mengeluh kesakitan saat benjolan ditekan atau dipegang.

o   Perut: Membuncit dan bila ditekan akan teraba benjolan.

o   Tangan atau kaki: Bengkak dan biasanya disertai demam atau nyeri.

o   Otak: Disertai gejala pusing, muntah yang menyemprot, lumpuh, dan gangguan keseimbangan.

 

 

Kanker Darah Pada Anak

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*