Leukemia Akut dan Kronis

Leukemia Akut dan Kronis

Apa perbedaan leukemia akut dan kronis ?  Kanker darah atau leukemia adalah kanker yang menyerang sel-sel darah putih. Sel darah putih merupakan sel darah yang berfungsi melindungi tubuh terhadap benda asing atau penyakit. Sel darah putih ini dihasilkan oleh sumsum tulang belakang.

Leukemia Akut dan kronis

Leukemia Akut dan kronis

Pada kondisi normal, sel-sel darah putih akan berkembang secara teratur di saat tubuh membutuhkannya untuk memberantas infeksi yang muncul. Namun lain halnya dengan pengidap kanker darah. Sumsum tulang akan memproduksi sel-sel darah putih yang abnormal, tidak dapat berfungsi dengan baik, dan secara berlebihan. Jumlahnya yang berlebihan akan mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang.

Ada berbagai jenis kanker darah. Berdasarkan kecepatan perkembangannya, kanker ini dapat dikelompokkan menjadi akut dan kronis.

    Leukemia Kronis

Pada Leukimia kronis, sel-sel Leukimia berasal dari matang, sel-sel abnormal. Sel-sel berkembang terlalu lama dan accumulate. Sel-sel tumbuh lambat.

Kronis Leukimia limfositik (CLL). Dengan CLL, yang paling umum Leukimia dewasa kronis, Anda mungkin merasa baik selama bertahun-tahun tanpa perlu pengobatan.

Kronis Leukimia myelogenous (CML). Jenis Leukimia terutama mempengaruhi orang dewasa. Seseorang dengan CML mungkin memiliki sedikit atau tidak ada gejala selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum memasuki fase di mana sel-sel Leukimia tumbuh lebih cepat.

    Leukemia Akut

Leukimia akut, di sisi lain, berkembang dari sel awal, yang disebut “ledakan”. Ledakan adalah sel muda, yang sering membagi. Dalam sel-sel Leukimia akut, mereka tidak berhenti membelah seperti rekan-rekan normal mereka lakukan.

Leukimia limfositik akut (ALL). Ini adalah jenis yang paling umum dari Leukimia pada anak-anak. SEMUA juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Leukimia myelogenous akut (AML). AML adalah jenis umum dari Leukimia. Hal ini terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. AML adalah jenis yang paling umum dari Leukimia akut pada orang dewasa.

Perbedaan Leukemia Akut dan Kronis Berdasarkan Gejala

    Leukemia Kronis

Gejala leukemia kronis lambat dan gejala awal sering ringan dan sulit dideteksi, sedangkan leukemia akut sangat cepat. Ini karena sel kanker dapat bermultiplikasi  sangat cepat. Leukemia kronis sering didiagnosis setelah pemeriksaan darah. Gejalanya sangat meragukan karena sulit dibedakan dengan gejala penyakit lain. Gejala Leukemia kronis meliputi:

  • Lemah lesu, disertainyeri tulang dan sendi dan nafas pendek
  • Penurunan berat badan dan kehilangan nafsu makan
  • Demam dan berkeringat malam hari
  • Anemia dan tanda infeksi
  • Perdarahan seperti mimisan
  • Pembesaran limfonodi yang tidak nyeri
  • Nyeri di perut bagiankiri atas, dimana lien berada.

    Leukemia Akut

Gejala dan tanda dari leukemia akut adalah :

  • Rendahnya jumlah sel darah putih dan tanda infeksi
  • Kelemahan lesuan yang tidak dapat hilang dengan istirahat.
  • Nafas pendek, kulit pucat, berkeringat malam hari dan sedikit demam
  • Nyeri tulang dan sendi
  • Ada bercak kemerahan di bawah kulit dan apabila terdapat luka, maka sulit sembuh

Pengobatan Leukemia Akut dan Kronis

Setelah diagnosis kanker darah positif, dokter akan mendiskusikan langkah pengobatan yang tepat. Jenis penanganan yang akan Anda jalani tergantung kepada usia, kondisi kesehatan Anda, dan jenis atau stadium kanker darah yang Anda idap.

Berikut ini adalah metode pengobatan yang umumnya dianjurkan untuk menangani kanker darah, antara lain:

  • Kemoterapi merupakan pilihan terapi paling umum untuk kasus leukimia. Pengobatan kemoterapi menggunakan bahan-bahan kimia untuk membunuh sel-sel kanker darah.
  • Radioterapi. Teknik pengobatan ini menggunakan sinar X untuk menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Radioterapi dapat dilakukan hanya pada area tertentu yang terserang kanker, ataupun pada seluruh tubuh, bergantung dari kondisi Anda. Radioterapi juga dapat dilakukan untuk persiapan melakukan transplantasi sel induk.
  • Transplantasi sel induk atau stem cell untuk mengganti sumsum tulang yang sudah rusak dengan yang sehat. Sel-sel induk yang digunakan bisa berasal dari tubuh Anda sendiri atau tubuh orang lain sebagai pendonor. Kemoterapi atau radioterapi biasanya akan dilakukan sebagai langkah persiapan sebelum menjalani prosedur transplantasi ini.
  • Terapi terfokus untuk menyerang bagian-bagian rentan dalam sel-sel kanker.
  • Terapi biologis untuk membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel-sel kanker.

Leukemia Akut dan Kronis

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*