Leukemia ALL

Leukemia ALL

 

Leukemia ALL singkatan dari Acute Lymphocytic Leukemia atau lebih dikenal dengan Acute Lymphoblastic Leukemia adalah kanker yang menyerang sel darah putih dan sumsum tulang. Sel darah putih yang terinfeksi mengalami perubahan dan menyimpang dari fungsi umumnya, membunuh bakteri atau kuman. Sel Leukemia ini menyerang sel darah putih muda sehingga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya, tidak bisa mati, berkembang dengan sangat cepat dan menghambat perkembangan sel darah lainnya (sel darah merah dan trombosit). Akibatnya sel darah putih banyak tetapi tidak berfungsi, sel darah merah, dan trombosit rendah.

Kalau kondisi ini tidak segera diobati akan segera membawa kematian, infeksi yang tidak sembuh, kelelahan yang parah dan perdarahan di dalam tubuh.

Leukemia ALL

Leukemia ALL

Kita sering mengatakan sel darah putih memakan sel darah merah yang sebenar tidak seperti itu. yang benar sel darah putih leukemia tidak berfungsi, tida bisa mati, dan berkembang sangat cepat, sementara sel yang lainnya usianya hanya 120 hari dan sudah harus diganti dengan sel yang baru. Perkembangan sel leukemia begitu cepat sehingga tidak ada tempat untuk sel darah lainnya, darah merah dan trombosit.

Leukemia tidak mengenal stadium tetapi tingkat resiko. Kalau yang terkena B-sel dan belum ke cairan otak disebut ALL Beresiko Rendah, sementara kalau yang terkena Sel T dan sudah masuk ke cairan otak disebut ALL beresiko tinggi. Leukemia ALL biasanya menyerang anak-anak usia di bawah 15 tahun dan dewasa di atas 45 tahun

Gejala Leukemia ALL

Gejala-gejala dari ALL sebagian besar disebabkan oleh kurangnya sel darah normal dalam sistem peredaran darah. Hal ini meliputi :

  • Anemia yang disebabkan oleh rendahnya jumlah sel darah merah.
  • Anak sering mudah letih dan terlihat pucat.
  • Mudah sekali memar dan berdarah karena rendahnya tingkat trombosit.
  • Sering kali atau terus menerus terkena infeksi karena anak tidak memiliki jumlah sel darah putih dewasa untuk mengatasi infeksi.
  • Rasa sakit pada tulang dan atau persendian.
  • Keluhan lain dapat meliputi membengkaknya kelenjar getah bening, hilangnya selera makan, hilangnya berat badan, sakit di dada, dan rasa tidak nyaman pada bagian perut.

Apa yang menjadi penyebab leukemia ALL ?

Tidak diketahui penyebab pasti dari ALL walaupun studi telah dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab dari setiap kemungkinan. Ada beberapa faktor resiko yang diperkirakan menjadi penyebab cacat genetik yang mengarah pada terjadinya ALL:

  • Infeksi: Tingkat penyembuhan yang lambat terhadap infeksi pada anak atau respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh anak terhadap infeksi diperkirakan juga dapat menjadi penyebab ALL. ALL tidak menular. Anak lain tidak dapat terkena leukimia dari anak lain.
  • Radiasi Ionisasi: Anak yang terpapar radiasi ionisasi dosis tinggi (energi yang dihasilkan sinar X dan bahan radioaktif lain) sebelum lahir atau pada usia dini mempunyai resiko lebih besar untuk terkena ALL.
  • Faktor Genetik: ALL bukan merupakan penyakit turunan, tetapi bagi anak-anak dengan cinfenital disorder tertentu seperti Down Syndrome mempunyai resiko yang lebih tinggi

Leukemia ALL yang umum terjadi pada anak-anak ini memiliki terapi pengobatan kemoterapi yang dilakukan secara bertahap, yaitu induksi, konsolidasi, dan pemeliharaan. Tahap pengobatan ini tidak digunakan sama untuk semua orang.

Terapi induksi meliputi kemotrapi dan pemberian kortikosteroid. Tujuan dari terapi ini adalah untuk membunuh sel-sel leukemia yang terdapat di dalam darah dan sumsum tulang untuk menimbulkan masa remisi (masa dimana hilangnya tanda dan gejala penyakit/penyakit berada di bawah kontrol). Terapi ini akan berlangsung selama empat minggu di rumah sakit.

Setelah terapi induksi, dimana remisi mencapai komplit segera dilakukan terapi konsolidasi yang meliputi kemoterapi dan mungkin transplantasi sumsum tulang. Tujuan dari terapi ini untuk mengeliminasi sel-sel leukemia residual untuk mencegah terjadinya relaps (kambuh kembali) dan juga timbulnya sel yang resisten terhadap obat. Terapi ini dilakukan setelah 6 bulan kemudian. Pada tahap ini juga terdapat terapi profilaksis pada sistem saraf pusat (SSP) sebagai pencegahan kekambuhan pada SSP. Terapi ini diberikan dalam dosis kemotrapi yang rendah dan berbeda, juga terkadang dikombinasiakan dengan terapi radiasi untuk mencegah leukemia memasuki otak dan SSP.

Terapi tahap terakhir adalah pemeliharaan jangka panjang dengan maksud untuk mempertahankan masa remisi. Terapi pada tahap ini menggunakan dosis kemotrapi yang lebih rendah daripada tahap induksi dan konsolidasi. Kemotrapi diberikan dengan pemberian obat pil dan sebulan sekali melalui intravena. Tahap ini biasanya memerlukan waktu 2-3 tahun.

Angka harapan hidup tentu membaik setelah pengobatan, 95% anak dapat mencapai masa remisi penuh dengan 60% menjadi sembuh. Pada orang dewasa, 80% mencapai remisi lengkap dengan sepertiganya mengalami harapan hidup jangka panjang yang dicapai dengan kemotrapi agresif yang diarahkan pada sumsum tulang dan SSP.

Leukemia ALL

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*