Leukemia Granulositik Kronik

Leukemia Granulositik Kronik

Leukemia Granulositik Kronik (LGK) merupakan satu jenis kanker yang terjadi akibat sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel darah putih. Penyakit ini dikatakan kronis karena pertumbuhannya dapat memakan waktu bertahun-tahun. Meski tergolong penyakit parah, LGK bukan berarti tidak dapat ditangani. Bila menjalani prosedur pengobatan yang tepat, pasien Leukemia Granulositik Kronik tetap dapat menjalani kehidupan sebagaimana mestinya. LGK umumnya dialami oleh pasien leukimia dewasa.

Gejala Leukemia Granulositik Kronik

Yang paling pertama harus Anda lakukan adalah dengan menyadari sekecil apapun gejala yang muncul. Beberapa gejala yang dapat terjadi saat menderita LGK, antara lain :

  1. Tanpa gejala

Pada penyakit granulositik kronis, terdapat 3 fase penyakit, yaitu fase kronik, fase akselerasi dan fase krisis. Sebagian besar pasien berada pada fase kronik, tidak merasakan gejala yang terlalu signifikan sehingga tidak dianggap dirinya sedang sakit. Seringnya leukimia granulositik kronik ini ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan skrining kesehatan atau tes kesehatan untuk operasi. Dalam hasil tes darah tersebut ditemukan jumlah sel darah putih yang berlebihan.

Leukemia Granulositik Kronik

Leukemia Granulositik Kronik

  1. Pembesaran limpa

Pada fase kronik leukimia granulositik kronik, pasien sering mengeluh adanya benjolan pada area yang terdapat limpa, yaitu pada perut bagian kiri atas. Selain merasa ada benjolan, biasanya perut dapat terasa lebih keras.

  1. Sering cepat kenyang

Gejala sering cepat kenyang dapat disebabkan gejala sebelum poin ini, yaitu pembesaran organ limpa. Gejala ini terjadi karena posisi lambung dan limpa yang berada disisi yang sama yaitu di sebelah kiri, dan saling berdekatan. Sehingga ketika terjadi perbesaran limpa terutama dalam ukuran yang sangat besar dapat menekan organ lambung. Lambung yang tertekan dapat berkurang volume isi lambungnya, sehingga ketika terisi makanan akan cepat penuh. Pada dinding lambung tersebut, terdapat reseptor yang menangkap peregangan, sinyal tersebut akan dikirim ke otak untuk dianalisis dan direspon dengan perasaan yang cepat kenyang.

  1. Penurunan berat badan

Penurunan berat badan terjadi pada penyakit leukimia yang sudah berlangsung lama. Setelah semua gejala lain dialami oleh pasien yang menyebabkan dirinya tidak nafsu makan dan porsi makanan berkurang menyebabkan tubuh kekurangan energi. Di sisi lain, banyak energi tubuh yang terserap untuk melawan penyakit kanker darah.

  1. Rasa cepat lelah

Pada penderita leukimia dapat terjadi pembelahan sel secara besar- besaran. Pembelahan itu dapat memerlukan banyak energi, energi tersebut didapatkan dari metabolisme tubuh. Karena itu pada penyakit kanker dapat terjadi keadaan hipermetabolisme yang menyebabkan tubuh kekurangan energi untuk tubuhnya sendiri sehingga menyebabkan penderita mudah lelah.

  1. Lemah badan

Seiring berjalannya waktu, leukimia dapat menyebabkan penderita kekurangan energi dalam waktu lama. Setelah sering cepat lelah, lama- kelamaan badan akan melemah dan timbul gejala lemah badan. Untuk mengatasinya, asupan makanan harus tetap dan tidak boleh dilewati. Anda bisa menyesuaikan diri dengan konsumsi makanan apa yang baik untuk penyakit kanker.

  1. Leukositosis

Leukositosis adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah putih meningkat secara berlebihan pada pemeriksaan darah. Dalam 2- 3 tahun fase kronik leukimia akan berubah menjadi fase akselerasi kemudian fase krisis blas. Leukositosis dapat menjadi penanda bahwa penyakit tersebut masuk ke dalam fase akselerasi. Fase akselerasi ditandai dengan leukositosis yang sulit dikontrol dengan obat- obaan mielosupresif, mieloblas di darah tepi dapat meningkat hingga 15-30%, normalnya mieloblas tersebut tidak ada dalam darah tepi karena tempat produksi sel darah putih tersebut berada pada sum- sum tulang.

Selain itu, promielosit juga terhitung >30% dengan trombosit <100000/mm3. Selain dengan penunjang ini, dapat diperkirakan bahwa suatu leukimia granulositik kronik mencapai fase akselerasi adalah dengan adanya limpa yang tiba- tiba mengecil kembali membesar, keluhan anemi menjadi bertambah berat, timbul pteki yang merupakan perdarahan kecil- kecil  kulit tubuh dan ekimosis. Ekimosis seperti pada pteki dengan perdarahan yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan pteki.

Umumnya LGK mengalami 3 fase: chronic, accelerated dan blast.

  • Fase chronic umumnya 5 tahun dan kemudian pasien memasuki fase yang didefinisikan sebagai fase lanjutan yang disebut sebagai fase accelerate selama kira-kira setahun yang kemudian berlanjut ke fase blast crisis yang terminal, umunya antara 3-6 bulan.
  • Fase Accelerated diasosiasikan dengan menurunnya kesehatan pasien dan memerlukan penanganan intensif untuk mengontrol splenomegaly (pembesaran limpa) dan jumlah sel darah putih.
  • Fase Blast Crisis, pasien mungkin mengalami demam, infeksi, pendarahan, sakit tulang dan ketidaknyamanan di bagian limpa. Kematian biasanya disebabkan oleh demam atau pendarahan atau keduanya.

Pengobatan Leukemia Granulositik Kronik

Leukemia Granulositik Kronik bisa sembuh dengan mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

obat kanker darah slutenaS-Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S.Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S.Lutena termasuk lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blue Berry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda !!

S Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Leukemia Granulositik Kronik

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*