Leukemia Limfositik Akut

Leukemia Limfositik Akut

Leukemia limfositik akut adalah kanker sel darah putih jenis limfosit yang tumbuh cepat. Sel-sel ini ditemukan dalam sumsum tulang dan bagian lain dari tubuh. Leukemia limfositik akut terjadi ketika tubuh memproduksi sejumlah besar limfosit yang imatur. Sel-sel kanker tumbuh pesat dan menggantikan sel-sel normal di sumsum tulang, jaringan lunak di tengah tulang yang membantu membentuk sel darah. Akibatnya, produksi sel-sel darah yang sehat terhambat. Gejala yang mengancam jiwa dapat terjadi. Leukemia limfositik akut merupakan kanker yang paling banyak dijumpai pada anak, yaitu 25-30 % dari seluruh jenis kanker  pada anak. Angka kejadian tertinggi dilaporkan antara usia 3-6 tahun, dan laki-laki lebih banyak daripada perempuan, meskipun juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Leukemia limfositik akut (ALL) adalah penyakit yang berkaitan dengan sel jaringan tubuh yang tumbuhnya  melebihi dan berubah menjadi ganas tidak normal serta bersifat ganas, yaitu sel-sel sangat muda yang serharusnya membentuk limfosit berubah menjadi ganas.

leukemia limfositik akut

leukemia limfositik akut

Kata “akut” pada leukemia limfositik akut berasal dari fakta bahwa penyakit berkembang dengan cepat dan menciptakan sel-sel darah yang belum matang, daripada yang matang. “limfositik” pada leukemia limfositik akut mengacu pada sel-sel darah putih yang disebut lymphocytes, yang mempengaruhi Leukemia limfositik akut. Leukemia limfositik akut juga dikenal sebagai leukemia limfoblastik akut.

Tanda dan gejala Leukemia Limfositik Akut yang mungkin timbul:

  • Kelelahan
  • Kelenjar getah bening bengkak
  • Penurunan berat badan yang tidak diinginkan
  • Sesak nafas
  • Pilek tak sembuh-sembuh
  • Pucat, lesu, mudah terstimulasi
  • Demam, anoreksia, mual, muntah
  • Ptechiae, epistaksis, perdarahan gusi, memar tanpa sebab
  • Nyeri tulang dan persendian
  • Nyeri abdomen
  • Hepatosplenomegali, limfadenopati
  • Abnormalitas WBC
  • Nyeri kepala

 

Penyebab Leukemia Limfositik Akut

Penyebab Leukemia Limfositik Akut sampai saat ini belum jelas, diduga kemungkinan karena virus (virus onkogenik) dan faktor lain yang mungkin berperan, yaitu:

1.      Faktor eksogen Leukemia Limfositik Akut

a)      Sinar x, sinar radioaktif.

b)      Hormon.

c)       Bahan kimia seperti: bensol, arsen, preparat sulfat, chloramphinecol, anti neoplastic agent).

2.      Faktor endogen Leukemia Limfositik Akut

a)      Ras (orang Yahudi lebih mudah terkena dibanding orang kulit hitam)

b)      Kongenital (kelainan kromosom, terutama pada anak dengan Sindrom Down).

c)       Herediter (kakak beradik atau kembar satu telur).

Leukemia Limfositik Akut lebih sering terjadi pada umur kurang dari 5 tahun. Angka kejadian tertinggi adalah pada umur 3 tahun, leukemia limpfositik akut paling sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan.

 

Cara pengobatan Leukemia Limfositik Akut.

Setiap klinik mempunyai cara tersendiri bergantung pada pengalaman­nya. Umumnya pengobatan ditujukan terhadap pencegahan kambuh dan mendapatkan masa remisi yang lebih lama. Untuk mencapai keadaan tersebut, pada prinsipnya dipakai pola dasar pengobatan sebagai berikut:

a.       Induksi

Leukemia Limfositik Akut – Dimaksudkan untuk mencapai remisi, yaitu dengan pemberian berba­gai obat tersebut di atas, baik secara sistemik maupun intratekal sam­pai sel blast dalam sumsum tulang kurang dari 5%.

b.      Konsolidasi

Leukemia Limfositik Akut – Yaitu agar sel yang tersisa tidak cepat memperbanyak diri lagi.

c.       Rumat (maintenance)

Leukemia Limfositik Akut – Untuk mempertahankan masa remisi, sedapat‑dapatnya suatu masa remisi yang lama. Biasanya dilakukan dengan pemberian sitostatika separuh dosis biasa.

d.      Reinduksi

Leukemia Limfositik Akut – Dimaksudkan untuk mencegah relaps. Reinduksi biasanya dilakukan setiap 3‑6 bulan dengan pemberian obat‑obat seperti pada induksi se­lama 10‑14 hari.

e.       Mencegah terjadinya leukemia susunan saraf pusat.

Leukemia Limfositik Akut – Untuk hal ini diberikan MTX intratekal pada waktu induksi untuk mencegah leukemia meningeal dan radiasi kranial sebanyak 2.400­2.500 rad. untuk mencegah leukemia meningeal dan leukemia sereb­ral. Radiasi ini tidak diulang pada reinduksi.

f.       Pengobatan imunologik Leukemia Limfositik Akut

Diharapkan semua sel leukemia dalam tubuh akan hilang sama sekali dan dengan demikian diharapkan penderita dapat sembuh sempurna.

Tergantung pada situasi Anda, fase pengobatan untuk leukemia limfositik akut dapat span dua sampai tiga tahun.

 

Leukemia Limfositik Akut

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*