Leukemia Mielositik Kronis

Leukemia Mielositik Kronis

Jenis leukemia yang ini bisa menyerang semua umur baik laki-laki maupun perempuan, tetapi biasanya akan jarang pada anak-anak. Leukemia Mielositik Kronis adalah ketika salah satu jenis sel darah putih yaitu granulosit berubah menjadi sel darah yang tidak normal, berubah menjadi ganas dan menggeser serta merusak sel darah normal yang ada. Di dalam sumsum tulang, sel kanker ganas ini akan menggeser sel darah normal dan membentuk jaringan fibrosa yang akan bisa merusak sel darah putih normal di dalam sumsum tulang. Di dalam aliran darah dan sumsum tulang sel kanker ini akan berkembang dengan sangat cepat. Sel granulosit muda semakin berkembang, dan trombosit dalam darah akan semakin menurun dan akibatnya penderita akan mengalami anemia. Ini akan bisa menimbulkan tumor yang berisi granulosit muda yang bisa tumbuh pada kulit, otak, tulang dan kelenjar getah bening.

Leukemia Mielositik Kronis (LMK) merupakan salah satu jenis kanker leukosit. Leukemia Mielositik Kronis ini ditandai dengan peningkatan dan pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel myeloid pada sumsum tulang dan penumpukan dari sel-sel ini dalam sirkulasi darah.

Sampai saat ini yang dicurigai ikut berperan dalam patogenesis terjadinya Leukemia Mielositik Kronis adalah factor radiasi ion, virus dan bahan-bahan kimia. Menurut beberapa laporan kasus Leukemia Mielositik Kronis lebih tinggi pada orang yang bekerja di unit radiology, orang yang terpapar radiasi bom atom, penderita yang mendapat terapi radiasi karena penyakit Ankilosing spondilitis dan penyakit lain. Walaupun begitu, hanya 5–7 % dari kasus Leukemia Mielositik Kronis yang dilaporkan berhubungan dengan adanya paparan radiasi dan hal ini sangat jarang mengenai kelompok anak-anak.

Leukemia Mielositik Kronis

Leukemia Mielositik Kronis

Berdasarkan penelitian terhadap penduduk yang hidup setelah terpapar radiasi bom atom, waktu yang diperlukan mulai dari saat terpapar sampai timbulnya gejala klinis adalah antara 5-10 tahun. Pada anak muda, khususnya yang terpapar saat umur di bawah 5 tahun akan meningkatkan kejadian Leukemia Mielositik Kronis, tetapi tidak dijumpai adanya peningkatan kejadian pada bayi dalam kandungan yang ibunya terpapar saat hamil. Secara skematis perubahan-perubahan yang terjadi mulai dari masa inisiasi preleukemia dan akhirnya menjadi leukemia.

Leukemia Mielositik Kronis sering terdiagnosis pada pemeriksaan darah rutin. Jumlah sel darah putih sangat tinggi, mencapai 50.000-1.000.000 sel/mikroliter darah (mornal kurang dari 11.000). Pada pemeriksaan mikroskopik darah, tampak sel darah putih muda yang dalam keadaan normal hanya ditemukan di dalam sumsum tulang. Jumlah sel darah putih lainnya (eosinofil dan basofil) juga meningkat dan ditemukan bentuk sel darah merah yang belum matang.

Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pemeriksaan untuk menganalisa kromosom atau bagian dari kromosom. Analisa kromosom hampir selalu menunjukkan adanya penyusunan ulang kromosom. Sel leukemik selalu memiliki kromosom Filadelfia dan kelainan penyusunan kromosom lainnya.

Sebagian besar pengobatan tidak menyembuhkan penyakit, tetapi hanya memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan dianggap berhasil apabila jumlah sel darah putih dapat diturunkan sampai kurang dari 50.000/mikroliter darah. Pengobatan yang terbaik sekalipun tidak bisa menghancurkan semua sel leukemik.

Satu-satunya kesempatan penyembuhan adalah dengan pencangkokan sumsum tulang. Pencangkokan paling efektif jika dilakukan pada stadium awal dan kurang efektif jika dilakukan pada fase akselerasi atau krisis blast.

Penyebab Leukemia Mielositik Kronis ini karena adanya kelainan pada kromosom yang dinamakan Filadelfia.

Gejala Leukemia Mielositik Kronis

Biasanya enderita Leukemia Mielositik Kronis tidak merasakan gejala atau tanda-tanda tertentu. Dan bisa ada beberapa penderita yang mengalaminya, biasanya gejala Leukemia Mielositik Kronis adalah sebagai berikut:

  • Terjadi kelelahan dan kelemahan pada tubuh.
  • Nafsu makan semakin menghilang dan mengakibatkan penurunan berat badan.
  • Timbul demam dan sering berkeringat di malam hari.
  • Karena terjadi pembesaran pada limpa, perut akan terasa penuh.

Sel darah merah dan juga trombosit dalam darah akan semakin berkurang jumlahnya. Penderita Leukemia Mielositik Kronis akan semakin kesakitan, wajahnya menjadi pucat, lebih mudah memar dan juga mudah terjadi perdarahan. Gejala Leukemia Mielositik Kronis akan semakin memburuk bila tumbuh semacam benjolan (tumor) yang berisi granulosit muda.

Makanan Pantangan Leukemia Mielositik Kronis

Makanan serta minuman pantangan yang sebaiknya dihindari adalah:

  • Sayuran, misalnya tauge, sawi putih dan cabai.
  • Buah-buahan, misalnya lengkeng, nangka, nanas, durian, anggur, duku.
  • Minuman jenis soft drink dan yang banyak mengandung alkohol serta kopi.
  • Minuman yang dingin (es).
  • Ikan asin dan jenis daging, sapi, kerbau, kambing, babi
  • Makanan yang memakai bahan pengawet dan diawetkan.
  • Sea food, makanan yang berasal dari laut, misalnya udang, cumi, kepiting, dan lainnya.
  • Daging Unggas

 

Leukemia Mielositik Kronis

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*