Stadium Leukemia

Stadium Leukemia

 

Stadium Leukemia – Istilah leukemia atau kanker darah nampaknya sudah cukup akrab di telinga masyarakat. Leukemia adalah penyakit kanker yang menyerang sel darah putih. Di dalam tubuh manusia, sel darah putih merupakan salah satu tipe sel darah yang diproduksi oleh sumsum tulang. Sel darah putih ini memiliki fungsi untuk daya tahan tubuh manusia dalam melawan infeksi. Adapun dua tipe sel darah lainnya yang diproduksi oleh sumsum tulang adalah sel darah merah dan trombosit (keping darah atau platelet) yang masing-masing berfungsi untuk membawa oksigen ke dalam tubuh dan untuk membantu proses pembekuan darah.

Stadium Leukemia

Stadium Leukemia

Dalam kondisi normal, sel darah putih akan berkembang (reproduksi) jika memang diperlukan oleh tubuh untuk menjalankan fungsinya. Prosesnya berawal dari tubuh manusia yang memberikan sinyal secara teratur kepada sel darah putih untuk dapat bereproduksi ketika dibutuhkan. Kemudian sinyal dari tubuh tersebut akan direspon oleh sel darah putih dan ia akan berkembang atau bereproduksi sesuai kebutuhan. Namun, kondisi normal yang demikian tidak akan terjadi pada mereka yang mengidap kanker darah atau leukemia. Penyakit berbahaya ini akan membuat sel darah putih tidak merespon sinyal yang diberikan oleh tubuh sehingga akan terjadi produksi sel darah putih yang berlebihan, tidak normal,  serta tidak terkontrol dari sumsum tulang.

Stadium Leukemia

Tidak seperti jenis kanker lainnya, istilah tahapan atau stadium jarang digunakan untuk menggambarkan sebagian besar perkembangan leukemia. Hanya jenis leukemia limfositik kronis atau CLL saja yang menggunakan istilah stadium (Staging). Berikut ini beberapa jenis kanker leukemia.

  1. Acute Lymphocytic Leukemia (ALL)

Pada orang dewasa sering kali diklasifikasikan sebagai untreat atau tidak dapat diobati, dalam remisi dan kambuhan. Sementara itu, pada anak-anak dibedakan menjadi low risk, dan recurrent (kekambuuhan).

  1. Acute Myeloid Leukemia (AML)

Leukemia jenis ini tidak memiliki tingkat stadium. Namun factor yang berpengaruh terhadap jenis pengobatan yang akan dilakukan adalah penyebaran leukemia yang keluar darah dan sum-sum tulang.

  1. Chronic myeloid Leukemia (CML)

Leukemia jenis ini dibedakan menjadi tahap kronis, tahap percepatan (accelerated phase), dan tahap kambuhan (relapse).

  1. Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL)

Hanya jenis leukemia CLL yang dibedakan menjadi beberapa stadium, antara lain :

  • Stadium 0 : Ditandai dengan jumlah limfosit yang jauh diatas batas normal, tetapi tidak ada gejala lain dari leukemia. Stadium ini biasa disebut tahap leukemia limfositik indalens (lambat berkembang).
  • Stadium 1 : Ditandai dengan jumlah limfosit yang jauh diatas batas normal dan adanya pembesaran kelenjar getah bening dari normal.
  • Stadium 2 : Ditandai dengan jumlah limfosit yang jauh diatas batas normal, adanya pembesaran hati atau limpa dari normal (Hepatomegali atau splenomegali), dan adanya kemungkinan pembesaran kelenjar getah bening.
  • Stadium 3 : Ditandai dengan jumlah limfosit yang jauh diatas batas normal, jumlah sel darah merah didalah darah terlalu sedikit serta adanya pembesaran kelenjar getah bening, hati atau limpa.
  • Stadium 4 : Ditandai dengan jumlah limfosit yang jauh diatas batas normal dan jumlah trombosit yang terlalu sedikit. Bahkan disertai pembesaran kelenjar getah benng, hati, atau limpa, serta jumlah sel darah merah yang terlalu sedikit.

Gejala

Pastinya Kamu telah mengetahui betapa bahayanya kanker darah kalau dibiarkan atau terlambat ditangani. Oleh oleh sebab itu, amat sangat utama buat mengetahui gejala awal dari kanker darah ini maka tak dapat hingga merenggut nyawa. Kanker darah sendiri terdiri dari 4 stadium, merupakan kanker darah stadium 1, 2, 3 & 4. Keempat tahapan kanker ini mempunyai gejala yg berbeda-beda.

Ada baiknya Anda membaca penjelasan berikut ini utk mengetahui gejala-gejala kanker darah stadium 1, 2, 3 & 4.

  • Gejala Kanker Darah Stadium 1

Di antara seluruhnya step, ialah kanker darah stadium 1, 2, 3 & 4, step awal yaitu yg paling ringan. Step ini ditandai dgn terjadinya pembengkakan kepada kelenjar getah bening. Tingkat resikonya termasuk juga sedang & tak terlampaui berbahaya sebab sel-sel kanker masihlah belum tersebar & mempengaruhi organ-organ fisik yg ada di dalam badan penderita.

  • Gejala Kanker Darah Stadium 2

Tidak Cuma berjalan pembengkakan kelenjar getah bening, memasuki stadium kedua pun ditandai bersama pembengkakan kepada limpa & hati atau salah satu diantara ke-2 organ tersebut. Ada perkembangan yg lumayan signifikan kepada pertumbuhan limfosit. Tingkat dampak buat step ini tetap terbilang sedang.

  • Gejala Kanker Darah Stadium 3

Dengan Cara umum, di step 3 ini bakal ada dua atau lebih organ yang terpengaruh. Kepada stadium 3, kanker tersebar & mempengaruhi organ-organ lain yang ada dalam badan. Para penderita pula dapat mengalami anemia.

  • Gejala Kanker Darah Stadium 4

Di antara seluruhnya tahapan, ialah kanker darah stadium 1, 2, 3 & 4, step keempat ialah yang paling berbahaya lantaran ini yakni step terakhir perkembangan kanker. Tingkat keping darah dapat menurun drastis. Seandainya di step 3 kanker tersebar ke organ-organ badan terkecuali limpa & hati, kepada step ini kanker dapat mempengaruhi paru-paru. Di samping itu, anemia pun dapat berlangsung lebih akut. Step ini yakni step yang paling beresiko.

Sekian artikel mengenai Stadium Leukemia. Semoga bermanfaat ^^

Stadium Leukemia

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*